Iklan

Bentrokan Maut di Setokok Batam, Konflik Lahan Berujung Dua Nyawa Melayang, Enam Orang Diamankan

Senin, September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T15:40:40Z
Advertisement
Dua kelompok masyarakat terlibat bentrokan di Setokok Batam.

Batam, pelitatoday.comKonflik lahan yang telah berlangsung cukup lama di kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, akhirnya pecah menjadi bentrokan berdarah pada Senin (14/9/2026).


Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Trans Barelang, sekitar Jembatan III Setokok tersebut menewaskan dua orang dan menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.


Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono membenarkan bahwa bentrokan tersebut berawal dari persoalan lahan yang telah berlangsung dalam waktu cukup panjang.


Menurutnya, kepolisian sebelumnya telah berupaya mencegah konflik berkembang melalui sejumlah langkah, termasuk mediasi antara pihak-pihak yang berselisih. Namun, upaya tersebut belum mampu sepenuhnya meredam ketegangan hingga akhirnya bentrokan pecah dan menelan korban jiwa.


“Ini diawali konflik masalah lahan, yang cukup berjalan sudah lama,” ujar Anggoro kepada wartawan.


Pasca-bentrokan, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan dan penyelidikan di lokasi kejadian.


Kapolresta Barelang menyebutkan, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.


Tidak berhenti pada pengamanan lokasi, polisi juga telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mengurai siapa melakukan apa dalam bentrokan tersebut. Sebab, di tengah situasi yang berlangsung cepat dan melibatkan dua kelompok, kepolisian masih harus memastikan peran masing-masing pihak berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi.


Senjata Angin atau Ada Fakta Lain?


Salah satu bagian yang kini menjadi perhatian adalah dugaan penggunaan senjata dalam bentrokan.


Kapolresta Barelang menyatakan, informasi awal yang diterima kepolisian mengarah pada dugaan penggunaan senjata angin, bukan senjata api. Namun, ia menegaskan bahwa kesimpulan tersebut belum final karena proses visum dan pendalaman masih berlangsung.


Di sisi lain, perkembangan terbaru juga menunjukkan Polda Kepri telah mengamankan sedikitnya satu terduga pelaku beserta barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak dan rangkaian kejadian yang menyebabkan dua orang kehilangan nyawa.


Artinya, publik masih menunggu jawaban yang lebih terang mengenai bagaimana bentrokan bermula, siapa yang pertama melakukan kekerasan, senjata apa yang digunakan, serta siapa yang harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa.


Selain itu, Kapolresta Barelang juga menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan konflik lahan dan bukan persoalan suku, agama, ras maupun antargolongan (SARA). Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.


Imbauan serupa disampaikan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Polisi juga memastikan situasi di lokasi telah berhasil dikendalikan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan. ***

Advertisement

  • Bentrokan Maut di Setokok Batam, Konflik Lahan Berujung Dua Nyawa Melayang, Enam Orang Diamankan
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Lainnya

- Advertisement -

Ads x