Ads Responsif

Iklan

Soal Ustaz Yahya Waloni, Ketua MUI: Mualaf Itu Tak Boleh Menjelekan Agama Sebelumnya

Kamis, 18 Februari WIB Last Updated 2021-02-18T13:24:14Z
Ketua MUI Cholil Nafis menanggapi soal pernyataan Ustaz Yahya Waloni yang mengaku menabrak seekor anjing.


Jakarta -
Menanggapi pernyataan Ustaz Yahya Waloni mengaku menabrak pernah seekor anjing, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis melontarkan sebuah cuitan nasihat yang menyinggung tentang seorang mualaf di postingan twitternya.


"Mualaf harusnya belajar dulu, jangan buru-buru jadi ustaz. Masyarakat pun hendaknya cari penceramah yang bisa ngaji dan berilmu. Ini perlu dibina dibimbing, kecuali kalau tak mau ya," cuitnya di laman Twitternya.


Screenshots cuitan Ketua MUI.


Lanjut Cholil mengatakan, mualaf sebaiknya tidak menjelekkan agama sebelumnya, dan tidak boleh membenci makhluk hidup termasuk anjing.


"Mualaf itu tak boleh menjelekan agama sebelumnya, tak boleh membenci mahkluk Allah meskipun anjing," lanjutnya.


Sebelumnya, Ustaz Yahya Waloni sempat mengaku pernah sengaja menabrak seekora anjing hingga kakinya pincang.


"Ku tabrak juga satu ekor anjing, ga tau siapa yang punya itu, lari pincang kakinya. Kalau kambing saya masih rem, ku lihat anjing najis, ku tembak satu kali di depan-depan," katanya. ***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Soal Ustaz Yahya Waloni, Ketua MUI: Mualaf Itu Tak Boleh Menjelekan Agama Sebelumnya

Ads Responsif

Berita Lainnya

Ads Responsif