Iklan

Hadiri Rakernas III PJS, Amsakar Achmad Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi dan Kawal Pembangunan

Rabu, November 04, 2026 WIB Last Updated 2026-11-04T07:48:55Z
Advertisement
Istimewa.

Batam, pelitatoday.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mengawal sekaligus mendorong percepatan pembangunan. Menurutnya, pers memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kekuatan kontrol sosial yang mampu membangun optimisme dan meningkatkan kesadaran publik.


Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalis Siber (PJS) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS periode 2026–2027, di Ballroom Asrama Haji Batam, Rabu (4/11/2026).


Kegiatan berskala nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, yang sekaligus melantik jajaran pengurus DPP PJS periode 2026–2027.


Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, untuk mempercepat kemajuan daerah maupun nasional.


“Kalau kita ingin membuat negara ini melesat, dibutuhkan sinergitas dari seluruh elemen. Salah satu unsur penting di dalamnya adalah jurnalis. Pers memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi, membangun optimisme, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Amsakar.


Menurutnya, media memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi dan cara pandang masyarakat terhadap berbagai dinamika pembangunan. Karena itu, setiap produk jurnalistik diharapkan tidak sekadar menyampaikan peristiwa, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan manfaat bagi publik.


Amsakar mendorong insan pers untuk mengedepankan pemberitaan yang konstruktif, objektif, dan berimbang. Namun, ia mengingatkan bahwa semangat membangun optimisme tidak boleh menghilangkan fungsi kritis pers sebagai salah satu pilar demokrasi.


Kritik terhadap kebijakan pemerintah, menurutnya, tetap menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sepanjang disampaikan berdasarkan fakta serta menjunjung tinggi etika jurnalistik.


“Lebih baik kita memberikan informasi-informasi yang produktif daripada mengembangkan cerita yang kontraproduktif. Sampaikan berbagai hal positif yang dapat membangun optimisme, tanpa mengabaikan persoalan yang memang perlu dikritisi,” tegasnya.


Lebih lanjut, Amsakar menekankan pentingnya peran media dalam memperkenalkan capaian pembangunan, potensi ekonomi, serta berbagai peluang yang dimiliki daerah. Informasi yang disajikan secara proporsional dan bertanggung jawab diyakini dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan.


Zulhas: Kebebasan Pers Harus Diiringi Tanggung Jawab


Senada dengan Amsakar, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya kemitraan yang sehat antara pemerintah dan insan pers.


Menurut Zulkifli, media merupakan salah satu jembatan utama komunikasi publik yang memungkinkan masyarakat mengetahui, memahami, sekaligus mengevaluasi berbagai kebijakan dan program pemerintah.


“Media adalah mitra kita. Tanpa media, bagaimana masyarakat bisa mengetahui apa yang sedang dikerjakan pemerintah? Karena itu, hubungan pemerintah dan pers harus dibangun dengan baik,” ujarnya.


Meski demikian, Zulkifli yang akrab disapa Zulhas mengingatkan bahwa kebebasan pers harus senantiasa berjalan seiring dengan tanggung jawab profesional. Kecepatan penyebaran informasi di era digital, menurutnya, harus tetap diimbangi dengan ketelitian, verifikasi, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.


“Boleh bebas, tetapi jangan bablas,” pesannya.


Ia menekankan bahwa informasi yang tidak akurat atau belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memicu keresahan, bahkan merugikan pihak tertentu. Oleh sebab itu, profesionalisme dan integritas jurnalis menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.


Rakernas III PJS Tahun 2026 di Batam menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen insan pers siber untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pemberitaan.


Melalui forum nasional tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin solid antara pers, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, dengan tetap menjunjung tinggi independensi jurnalistik serta kepentingan publik.

MCB

Advertisement

  • Hadiri Rakernas III PJS, Amsakar Achmad Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi dan Kawal Pembangunan
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Lainnya

- Advertisement -

Ads x