Iklan

Bermodalkan Handphone dan Keyboard Benediktus Fasak Berhasil Raih 50 Juta Pada Ajang Festival Musik Bhayangkara 2023

Selasa, Juli 25, 2023 WIB Last Updated 2023-07-25T01:27:06Z
Advertisement
Benediktus Fasak saat ikut Stand Up Comedy.

Jakarta, pelitatoday.com - Kompetisi Stand Up Comedy dan Festival Musik Bhayangkara mengusung tema "Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai untuk Indonesia Maju" berlangsung meriah di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2023).


Acara yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke 77, dimaksudkan untuk membina tradisi, mengukur, dan mempererat hubungan antara masyarakat dengan Polri.


Polri mengapresiasi para peserta, baik komika maupun musisi, dengan total hadiah Rp110.000.000. Dalam  Festival Musik Bhayangkara, sukses menghasilkan karya -karya indah dari para musisi yang sedang merintis karirnya. Salah satunya Benediktus Fasak.


Pria berdarah Maluku yang akrab disapa Bens, menjadi juara pertama setelah menyisihkan empat finalis lainnya di babak Grand Final.


Awal Bens mengikuti festival ini karena disarankan

 oleh temannya untuk mendaftar kompetisi ini. Dia mengaku langsung tertarik karena

memang bermusik dan menciptakan lagu sudah menjadi kegiatannya sehari-hari.


Dibantu oleh rekan dan mertuanya yang juga musisi, Bens menghasilkan karya dengan

 genre pop yang menyentuh hati dewan juri dan para penonton semalam.


Proses

 penciptaan lagu ini memakan waktu dua hari satu malam bersama empat sosok musisi

 jenius di baliknya.


Ditanya darimana datangnya ide menciptakan lagu, Bens mengaku waktu mencari ide paling tepat adalah ketika bangun tidur. 


Bens terinspirasi

 menciptakan lagu kemenangannya ini di pagi hari saat dirinya sedang bermain gitar. 


"Lagu

yang menceritakan tentang perjuangan Polri selama 77 tahun mengamankan, menertibkan,

melindungi, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dikemas dengan

nuansa sedih namun membangunkan semangat juang Polri." kata Bens.


Bens sempat menuturkan ceritanya sebelum menjadi juara, tepat ketika dirinya berdiri di

stage Grand Final Minggu malam kemarin. 


Bens mengaku kurang persiapan karena kurang

 tidur untuk

mempersiapkan acara ini dan sempat gemetar di atas panggung lantaran gugup

disaksikan Kapolri dan seluruh jajarannya. Dirinya hampir saja lupa lirik saat membawakan

lagu perjuangan Polri tersebut.


Melihat semangatnya yang tinggi, tak ayal, meskipun bermodalkan handphone dan hanya

menggunakan keyboard saat mengikuti audisi, dirinya berhasil pulang dengan membawa

total Rp50.000.000.


“Aku juga nggak nyangka bakal jadi juara, tadi udah tidur-tidur aja pasrah deh sama

hasilnya, eh ternyata dipanggil jadi juara," jelasnya.


Bens juga menyampaikan bahwa kemenangannya ini adalah milik bersama, Ia ingin

menggunakan total hadiahnya untuk membahagiakan keluarga dan kerabat serta mertua

yang sudah berjasa membantu dirinya sampai di titik ini.


Selain itu, Bens berharap dengan kemenangannya ini bisa menjadi jalan pembuka bagi karir

bandnya. Ia ingin sekali bisa merelease single baru yang lebih fresh untuk band yang saat

ini menghidupi keluarganya.


Kesibukannya sebagai penyanyi reguler di kafe-kafe Senopati setiap malam bersama

dengan bandnya Gands membuat dirinya semangat untuk menghasilkan lagu baru setelah

lagu perdananya yang berjudul CLBK. Baginya, Gands adalah saudara basaudara. Sesuai

arti namanya, Gandong Saudara.


Tak heran bila jiwa musik sudah mengalun di tubuh Bens, dalam sesi interview ini Ia juga

menceritakan bahwa keluarganya adalah keluarga musisi. 


Ibunya gitaris dan ke-4 kakaknya

adalah seorang musisi band. Hal itulah yang membuat Bens dapat dengan mudah

menciptakan lagu yang menyayat hati.


"Aku berharapnya, acara ini terus tersedia di tahun-tahun mendatang

 dan dijadikan ajang pencarian bakat tahunan supaya dapat menjadi wadah bagi generasi

muda yang sedang merintis, dan orang-orang yang berbakat

 lainnya supaya lebih giat menciptakan lagu," ujarnya.


Sebagai seorang musisi Bens menyarankan tahun -tahun yang akan datang Festival ini tetap menggunakan tema yang sama untuk Polri.


"Bagi aku tema ini cukup menantang supaya anak yg muda dan teman -teman musisi lainnya

dapat explore untuk menciptakan lagu sesuai dengan ketentuan yang ada. Aku sangat bergembira dapat mengikuti event ini dan berharap tahun depan bisa

datang kembali untuk menyaksikan Festival Musik Bhayangkara 2024," katanya.  Dedy

Advertisement

  • Bermodalkan Handphone dan Keyboard Benediktus Fasak Berhasil Raih 50 Juta Pada Ajang Festival Musik Bhayangkara 2023

Berita Lainnya

- Advertisement -

Ads x