Iklan

APLI Exhibition 2022 Dorong Bisnis Penjualan Langsung, Bangkitkan Perekonomian Nasional Sekaligus Perluas Pasar

Minggu, Juli 24, 2022 WIB Last Updated 2022-07-24T12:27:28Z
Advertisement
Foto Istimewa.

Jakarta, pelitatoday.com - Bisnis penjualan langsung memiliki kemampuan menampung ribuan pelaku bisnis, termasuk para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang meningkat cukup signifikan sebagai dampak pandemi Covid-19. 


Bisnis penjualan langsung memberikan peluang bagi mereka untuk bangkit dan menjalankan bisnis, serta membangun kemandirian ekonomi. 


"Selama lebih dari dua tahun perekonomian nasional terpukul oleh dampak pandemi. Data Kementerian Tenaga Kerja mencatat hingga Agustus 2021, lebih dari 538 ribu pekerja telah mengalami pemutusan hubungan kerja. Bahkan secara global, pandemi menjadi salah satu pemicu banyaknya negara mengalami krisis ekonomi berkepanjangan, dimana 60 negara terancam menjadi negara 'bangkrut'," ujar Bambang Soesatyo yang akrab di sapa Bamsoet saat membuka Exhibition

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) , di Pasaraya Jakarta Selatan Minggu (24/7/2022).


Menurut ketua DPR RI ini keberadaan APLI sebagai organisasi yang mewadahi berbagai perusahaan yang bergerak di bidang penjualan langsung, memiliki peran penting dan strategis dalam perekonomian nasional. 


Berbagai catatan positif dan kontribusi sektor penjualan langsung terhadap perekonomian nasional ini dapat dirujuk dari berbagai perspektif.


"Besarnya transaksi penjualan langsung pada tahun 2019 mencatatkan angka 16,3 triliun rupiah. Nilai ini tentu bermakna besar bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Apalagi sektor industri penjualan langsung juga melibatkan jutaan mitra usaha," kata Bamsoet. 


Dikatakan Bamsoet APLI memiliki karakter bisnis yang tangguh dan adaptif. Ketika era disrupsi teknologi dan berkembangnya paradigma digitalisasi ekonomi telah menyebabkan banyak sektor bisnis yang terdampak dan terpaksa gulung tikar, sektor industri penjualan langsung masih tetap dapat eksis. Bahkan, dapat dijalankan secara efektif dengan pemanfaatan teknologi informasi.


"APLI juga memiliki fleksibilitas bisnis yang bisa menjangkau dan dijalankan oleh banyak kalangan dan kelompok profesi. Bahkan oleh ibu rumah tangga, mahasiswa dan pelajar. Bagi mereka, keterlibatan dalam bisnis penjualan langsung tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, melainkan juga melatih jiwa kewirausahaan," jelas Bamsoet. 


Ketua umum APLI Kany V.S menambahkan penyelenggaraan APLI Exhibition 2022 Dalam rangka rangkaian ulang tahun ke 38 dan ini  merupakan bentuk kontribusi APLI dalam membangkitkan perekonomian nasional. Selain, membina anggota dan membangun iklim usaha yang sehat dan berkesinambungan, serta memberikan wadah bagi pelaku usaha untuk memamerkan dan mengembangkan usahanya sekaligus perluas pasar.


"APLI  Exhibition 2022 merupakan rangkaian perayaan ulang tahun APLI ke 38, sekaligus memperluas pasar serta membangun optimisme dan mendorong terwujudnya iklim bisnis yang positif. APLI harus mampu memberikan nilai kemanfaatan dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya serta menyumbangkan kontribusi positif pada perekonomian nasional," papar Kany.


Disisi lain kata Kany anggota APLI yang berawal memasarkan prodaknya dengan sistem MLM, kini harus beralih kepada teknologi digital.


"Masa pandemi covid 19 selama 2 tahun menjadi titik awal perubahan yang sangat signifikan bagi anggota APLI yang biasa pemasaran melalui MLM dan tatap muka kini harus beralih dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial. Tentunya ini menjadi kendala bagi mereka yang gaptek terhadap perkembangan teknologi digital. Kita pengurus akan mencoba mencari solusi," pungkasnya. (Dedy Haryadi).

Advertisement

  • APLI Exhibition 2022 Dorong Bisnis Penjualan Langsung, Bangkitkan Perekonomian Nasional Sekaligus Perluas Pasar

Berita Lainnya

- Advertisement -

Ads x