![]() |
| Ilustrasi. |
Peristiwa tersebut sangat memukul orang tua korban atas meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit yang notabene hingga saat ini belum diketahui akar permasalahan yang dialami oleh anaknya sehingga nyawanya harus dihabisi.
Hal ini menjadi suatu pertanyaan publik dalam hal pembinaan para personil di tubuh Kepolisian Republik Indonesia ?
Ketika awak media mengkonfirmasi orangtua korban, menjelaskan bahwa dirinya kaget atas informasi yang dialami anaknya.
"Saya sebelumnya masih melakukan teleponan kepada anak saya, masih dalam keadaan sehat-sehat saja. Setelah berjelang keesokan harinya, saya mendapatkan telepon yang mengaku dari anggota kepolisian mengabarkan atas peristiwa yang dialami anak saya dan menyuruh saya untuk datang ke Rumah Sakit Bhayangkara. Saya merasa terkejut mendengar kabar itu," ucapnya. Selasa (14/04/26)
Dari informasi yang beredar, jenazah korban saat ini berada di RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk menjalani autopsi.
"Saya berharap hasil autopsi dapat mengungkap secara jelas penyebab kematian serta ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan," katanya.
Dalam hal ini pihak kepolisian masih terus berupaya untuk melakukan penyelidikan atas meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit. Publikpun berharap keterbukaan informasi dari pihak Polda Kepri. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar