![]() |
| Istimewa. |
Sorotan itu pertama kali disampaikan oleh Anwar Anas, anggota DPRD Batam dari fraksi Gerindra, dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (12/11/2025). Ia menilai, absennya Wakil Ketua III dalam beberapa agenda penting berdampak pada kinerja kelembagaan DPRD secara keseluruhan.
"Ketidakhadiran beliau mempengaruhi kita semua. Karena dalam beberapa kali paripurna tanpa kehadiran yang bersangkutan," tegas Anwar.
Ia mendesak BK DPRD Batam untuk tidak tinggal diam dan menjalankan peran sesuai fungsinya menjaga marwah serta disiplin anggota dewan.
"BK harus bertindak. Sebagai penjaga marwah DPRD Batam, sudah sepatutnya mengambil langkah tegas atas hal ini," tambahnya.
Nada serupa disampaikan Yefri, anggota DPRD Batam dari Fraksi NasDem. Ia menilai ketidakhadiran berulang dari pejabat pimpinan dewan tidak bisa dianggap sepele.
"Saya sependapat dengan Pak Anas. BK perlu menertibkan dan menegur anggota DPRD yang dinilai tidak efektif menunaikan tugasnya," ujarnya.
Menanggapi desakan tersebut, Ketua BK DPRD Batam, Muhammad Fadli, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan itu sesuai mekanisme yang berlaku.
"Apa yang disampaikan akan menjadi perhatian kami. BK akan bertindak sesuai aturan," katanya.
Fadli mengingatkan, aturan internal DPRD mengatur bahwa jika seorang anggota enam kali berturut-turut tidak hadir dalam rapat paripurna tanpa keterangan resmi, maka dapat diusulkan penggantian antar waktu (PAW) dari jabatan yang diemban.
"Kami akan memulai tahapan sesuai prosedur agar masalah ini bisa diselesaikan," ujar Fadli.
Namun, ia juga menyebut bahwa informasi terakhir yang diterimanya menyebut Hendra Asman tengah mengalami gangguan kesehatan. Meski begitu, BK sejauh ini belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut.
"Sampai saat ini BK belum terima pemberitahuan resmi soal kondisi beliau," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar, Djoko Mulyono, menyatakan pihaknya akan mematuhi mekanisme yang berlaku dan segera mengklarifikasi langsung kepada Hendra Asman.
"Kami akan mencari tahu kondisi terkini beliau. Nanti kami pastikan juga alasan ketidakhadiran itu," tutur Djoko.
Sejumlah anggota DPRD berharap persoalan ini segera mendapat kejelasan agar tidak berlarut dan mengganggu efektivitas lembaga legislatif dalam menjalankan tugas dan fungsi representasi rakyat Batam.
Sumber: Batamtoday.com
