![]() |
| Potret para pecandu sedang asik menonton pertandingan ayam pisau. |
Lokasi tersebut kini kembali beroperasi. Padahal, sudah pernah dilakukan pengrebekan oleh pihak Kepolisian.
Kuat dugaan pihak pengusaha nekat untuk membuka usahanya kembali dikarenakan hasilnya sangat menggiurkan untuk mendapatkan cuan.
Senter pembicaraan dikalangan masyarakat sekitar atas dampak negatif kegiatan tersebut, seakan-akan praktik perjudian itu luput dari pantauan pihak terkait, serta lokasi sabung ayam dan dadu diduga diback up oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Salah satu masyarakat Sei Binti yang juga seorang ibu rumah tangga mengatakan adanya lokasi yang diduga melakukan praktek perjudian itu sangat menganggu warga Sei Binti karena para suami selesai pulang kerja harus mampir kesana untuk main dadu.
"Sehingga setoran ke rumah pun berkurang Pak, mohon lah kepada pihak kepolisian untuk di tutup lokasi itu jangan di buka lagi Pak," ujar salah satu warga sekitar belum lama ini, yang tidak mau namanya dipublikasikan. Rabu (24/12/25).
![]() |
| Istimewa. |
"Siap di cek TKP," balasnya kepada wartawan belum lama ini.
Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media ini, inisial SD diduga selaku pemilik lokasi Sabung Ayam dan Dadu Guncang tersebut yang notabene memberikan ruang kepada para pecandu 4 kali dalam seminggu, mulai dari hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.
Sementara itu, SD juga diduga membuka lapak dadu di seputaran Pasar Melayu, Kecamatan Batuaji yang sebelumnya berlokasi disamping kantor Satpol PP Kota Batam. (Red)

