• Ikuti!

    - Advertisement -

    - Advertisement -

    Mencerahkan Informasi Anda

    Iklan

    - Advertisement -

    Catatan CEO Alurnews: Berbagi Tidak Sepenuhnya Ada Niat Terselubung

    Selasa, 09 Agustus WIB Last Updated 2022-08-09T12:04:32Z
    Screenshot video Tiktok momen Daeng Harianto berbagi kepada seorang penjual kacang di lampu Merah Engku Putri, Batam Center.

    Hidup sedang diatas bukan berarti lupa yang dibawah, karena pada hakikatnya hidup ini hanya sementara. Banyak berbuat baik pasti buahnya yang baik.


    Hal inilah yang dibagikan oleh pegiat medsos, sekaligus CEO Alurnews.com, Daeng Harianto, yang mendapat berbagai respon dari masyarakat dan terkesan dikaitkan dengan ada maksud terselubung ketika berbuat kebaikan.


    Berikut catatan Harianto.


    Setelah video saya viral di media sosial tiktok, terkait saya memborong jualan kacang goreng seorang ibu-ibu di lampu merah Engku Putri Batam Centre. Banyak teman-teman bertanya ke saya.


    Rata-rata pertanyaan itu malah dikaitkan soal politik, banyak teman-teman lalu bertanya. 2024 saya mau jadi caleg di dapil mana? Kemudian, ada juga yang berkata, sudah cocok saya jadi Anggota Dewan Kota Batam. Pertanyaan dan perkataan itu lalu saya jawab dengan senyum. Bahkan, ada yang menelepon saya, agar saya maju di 2024. Saya hanya bisa menjawab dengan senyum lagi.


    Saya katakan kepada teman-teman. Terimakasih atas dukungan dan doa teman-teman. Bukan saya tidak mau maju di 2024, tapi saya mohon maaf. Terkait video saya membantu seorang ibu2 itu. Murni ikhlas ingin menolong sesama. Tidak ada niat soal politik. Dan mohon maaf, jangan kaitkan hal itu dengan politik. Dan saya belum terbesit untuk maju di 2024. Karena saya sadar, saya bukanlah orang politik.


    Terkait video saya yang membantu seorang ibu. Saya terhenyu, hati saya terpanggil setelah saya melintas di jalan daerah Engku Putri Batam Centre. Saya melihat ibu itu berjualan kacang goreng ditengah hujan, sambil menggendong anaknya yang masih kecil.


    Saya tidak kenal ibu itu, tapi melihatnya, saya merasa terharu. Kata hati saya berkata, saya harus menghampiri ibu itu dan saya harus beli jualannya. Saya terharu melihat perjuangan nya. Karena saya pun sadar, saya berasal dari keluarga yang kurang mampu.


    Melihat ibu itu, saya teringat ibu saya sendiri. Apa yang dilakukan ibu ini, sama yang dilakukan ibu kandung saya. Ibu saya seorang penjual kue, ibu saya berjualan kue untuk membiayai sekolah anak-anaknya dan membantu ayah saya untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami. Walaupun itu tidak cukup.


    Jadi, ibu ini telah mengingatkan saya pada masa-masa kecil saya, masa-masa saya masih tinggal bersama kedua orang tua saya.


    Kenapa saya lalu memborong semua jualan ibu itu, saya tidak tega melihat anaknya yang di gendong ditengah hujan. Setidaknya, jika saya sudah memborong semua jualan ibu itu. Ibu itu tidak perlu lagi menawarkan jualan. Dan ketika itu, saya minta, ibu itu membagikan jualannya kepada orang-orang secara gratis.


    Apa yang saya lakukan itu, salah atau benar saya tidak tahu. Tapi niat saya. Murni hanya ingin membantu sesama. Karena saya sadar dan yakin. Ketika kita meringankan beban orang lain. Insya allah, segala urusan kita pun akan diringankan.


    Jika ada yang bertanya, kenapa saya video kan momen itu. Saya akan jawab, memang pasti banyak orang yang bisa melakukan hal yang sama, yang saya lakukan itu. Bahkan lebih dari apa yang saya lakukan. Video itu saya tidak sengaja. Ketika itu, hp saya memang stand bay kamera nya menghadap saya. Dan memang sedang aktif. Karena saat itu, saya sedang membuat sebuah video pendek untuk teman saya kirim ke teman saya. Namun saya lupa mematikan nya. Setelah momen saya membeli jualan ibu itu, saya baru sadar dan melihat hp saya.


    Klik untuk Menonton Video Tiktok Daeng Harianto


    Awalnya saya tidak ingin memperlihatkan video saya ini dengan publik. Namun saya berpikir sejenak. Jika saya unggah video ini, setidaknya bisa mengetuk dan bisa menginspirasi orang lain untuk terus berbuat baik. Setidaknya, bakal banyak lagi orang yang membantu ibu ini.


    Intinya, ibu ini telah mengingatkan saya tentang masa-masa saya dahulu. Ibu ini telah mengingatkan saya. Agar saya selalu bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini.


    Saya ingin mengucapkan terimakasih ke ibu ini, yang telah memberikan pelajaran bagi saya. Bagaimana berjuang dalam hidup ini. Saya juga ingin menyampaikan terimakasih kepada semua orang yang telah mendoakan saya setelah melihat video saya itu.


    Saya ingin menitip sebuah pesan. Jangan pernah lelah berbuat baik. Jangan pernah menunggu kaya untuk berbagi kepada sesama. Insya Allah, setiap kebaikan yang kita buat, kebaikan pula yang akan datang kepada kita. Jangan pernah lupa, darimana kita berasal. ***

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Catatan CEO Alurnews: Berbagi Tidak Sepenuhnya Ada Niat Terselubung

    Berita Lainnya

    - Advertisement -

    Ads x