Ads Responsif

Iklan

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Minta Direktur Utama Pertamina Dievaluasi, Ini Alasannya

Selasa, 16 November WIB Last Updated 2021-11-16T15:56:15Z
Penampakan salah-satu kilang minyak Pertamina yang terbakar. (Dok: ist)

Batam, pelitatoday.com - Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Kepri menilai peristiwa kebakaran tangki di kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) seharusnya tidak terjadi jika keamanan kilang minyak tersebut ditingkatkan.


Sejak dilaporkannya kejadian kebakaran pada Senin (29/3/2021) pukul 00.45 WIB, hingga saat ini masih terdapat kobaran api di lokasi kejadian. Bahkan, kepulan asap hitam masih terlihat membubung tinggi.


“Kebakaran beruntun yang terjadi di kilang minyak milik Pertamina bukti bahwasanya ada yang salah dalam keamanan dan perawatan kilang,” tulis Ketua Umum PW SEMMI Kepri Sofian, dalam press release yang diterima pelitatoday.com. Selasa (16/11/2021).


Menurutnya, Indikasi kebakaran beruntun Pertamina seperti di abaikan terhadap pengamanan kilang. Kebakaran tidak hanya menghanguskan tangki penyimpanan minyak. Akan tetapi juga menjadi ancaman untuk keselamatan warga di sekitar area kilang.


“Seharusnya sistem pengamanan kilang Pertamina sudah sesuai dengan standar internasional. Namun, itu tidak dilakukan, sehingga terjadi kebakaran untuk kesekian kalinya. Ini bukti buruknya sistem keamanan kilang. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kami meminta agar Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina dicopot,” tegas Ketua Umum Sofian.


Selain itu, Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Bintang Wahyu Saputra, menyampaikan Pertamina harus punya komitmen tinggi dan tidak abai dalam mengamankan seluruh aset penting terutama kilang dan tangki minyak dengan menerapkan sistem keamanan berlapis sesuai dengan standar internasional.


Ia juga mengatakan, insiden kebakaran itu akan memperbesar biaya impor bahan bakar minyak nasional.


“Saya menduga kebakaran yang berjilid-jilid ini nanti akan menjadi alasan bagi mafia migas untuk memperbanyak impor bahan bakar dengan alasan kebutuhan kebutuhan minyak secara nasional,” jelasnya.


Pihaknya berharap, Direktur Utama Pertamina harus dievaluasi.


“Selain melakukan audit, sudah sepantasnya pula Direktur Utama Pertamina di evaluasi total. Rangkaian kebakaran yang terjadi tentu merupakan tanggungjawab dari Direktur Utama Pertamina,” tutupnya.


Berikut rangkuman peristiwa kebakaran di kilang minyak milik Pertamina, yang dikutip dari Okezone.com:


1. Kilang Minyak Balongan, Indramayu, Jabar

Peristiwa kebakaran di kilang minyak milik Pertamina pada tahun ini, kali pertama terjadi di Indramayu. Kala itu, Kilang Pertamina RU VI Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), mengalami kebakaran cukup dahsyat, 29 Maret 2021, pada pukul 00.45 WIB.


Akibat kebakaran itu, sebanyak 20 orang mengalami luka-luka ringan maupun berat. Kebakaran di Kilang Balongan itu diduga akibat sambaran petir kala hujan.


2. Kilang Minyak Cilacap, Jawa Tengah (Jateng)

Sebelum peristiwa kebakaran kilang minyak hari ini, kilang minyak Pertamina Cilacap pernah mengalami kebakaran pada 11 Juni 2021 lalu. Kilang minyak ini berisikan benzene dan terbakar pada pukul 19.45 malam. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai penyebab kebakaran ini.


3. Kilang Minyak Cilacap, Jateng.

Kebakaran di area Kilang Pertamina Cilacap ini yang merupakan kali kedua sepanjang tahun ini. Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.15 WIB. (Red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Minta Direktur Utama Pertamina Dievaluasi, Ini Alasannya

Ads Responsif

Berita Lainnya

Ads Responsif