Ads Responsif

Iklan

Bagi Puan Maharani, Semua yang Dilakukan Salah Mulu

Senin, 15 November WIB Last Updated 2021-11-15T01:27:02Z
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Ist)

Kunjungan kerja (kunker) Ketua DPR Puan Maharani di Yogyakarta menjadi cibiran masyarakat. 

Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani yang menanam padi di area persawahan Sendangmulyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di tengah kondisi hujan menuai berbagai macam komentar bernada menyindir.


Sindiran pertama dilontarkan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Susi mengomentari aksi tanam padi Puan lantaran petani, menurut dia, biasanya tidak menanam padi saat hujan sedang turun.


"Biasanya petani menanam padi tidak hujan hujanan," kata Susi lewat akun Twitter miliknya, @susipudjiastuti,


Komentar Susi tersebut mendapat banyak respons dari pengguna Twitter lainnya. Sebanyak 4.083 retweets, 860 quote tweets, serta 16 ribu likes tercatat pada cuitan Susi itu hingga Sabtu (13/11), pukul 06.33 WIB.


Sindiran juga datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.


"Belum belajar Pencitraan 4.0 ?" kata Fadli lewat akun Twitter miliknya @fadlizon, Jumat (12/11).


Diketahui, 4.0 kerap dilekatkan dengan revolusi industri 4.0 yang mengutamakan pada konsep automasi,real time data, interkonektivitas, dan dunia siber.


Puan ikut turun ke sawah untuk menanam padi bersama sejumlah petani perempuan di tengah lahan pertanian seluas 6 hektare. Selama menanam bibit padi, Puan sempat berdialog dengan petani.


"Piro nek panen (berapa banyak kalau panen?), dijual neng endi (dijual ke mana?)" tanya Puan kepada para petani,


Para petani pun menjawab pertanyaan Puan. Mereka juga membicarakan kendala-kendala yang dihadapi selama ini, termasuk soal pupuk dan jalur distribusi saat panen.


Kemudian Puan juga berbincang dengan kelompok tani dan petani milenial di pematang sawah.


"Kali ini saya hadir dengan fokus menanam padi, biarkan rakyat nanti yang memanen. Selama ini orang banyak fokus pada panennya. Padahal proses sebelum bisa panen itu panjang dan dimulai dengan kita menanam," ucap Puan.


"Saya ingin mengetahui apa saja kebutuhan dan permasalahan yang ada di sini terkait petani. Bagaimana menanam padi, panennya dan sesudah panen itu dijual atau dibeli ke mana. Itu yang jadi perhatian saya," sambungnya.


Menanggapi hal itu, Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan membela Puan Maharani yang dikomentari sejumlah kalangan setelah aksi menanam padi di tengah hujan.


Di antara tokoh yang mengomentari aksi Puan adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyatakan "Biasanya petani menanam padi tidak hujan-hujanan." (Media Indonesia)


Arteria Dahlan tetap menghormati hak Susi berkomentar, tetapi dia disarankan agar berhati-hati berkomentar karena bisa ditafsirkan macam-macam.


Arteria Dahlan berkata "Dan pastinya bukan pencitraan. Dan nggak lebay seperti "tenggelamkan", yang kalau kita mau jujur dampaknya nggak ada tuh, yang ada hebohnya aja, dan cenderung narsis karena kesannya yang hebat person bukan institusinya."


"Tenggelamkan" merupakan ucapan Susi yang terkenal dengan kebijakannya menenggelamkan kapal pencuri ikan yang masuk laut Indonesia.


Susi disarankan Arteria Dahlan agar "nggak usah nyinyir."


"Kalau saya jadi dia mendingan nggak usah nyinyir, komentar sana sini, kaya dia paling bener aja, lebih baik introspeksi kenapa nggak jadi menteri lagi, publik juga nggak tau kan siapa dia sebenarnya, berprestasi apa engga dan sebagainya," kata Arteria Dahlan.


Puan yang menjabat sebagai ketua DPR dari PDI Perjuangan mendadak jadi petani dalam kunjungan ke persawahan Sendangmulyo, Sleman, Yogyakarta, Kamis (11/11/2021). Di tengah hujan, dia bersama beberapa petani menanam padi.


Selain itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Puan bersatu dengan petani sebagai salah satu representasi rakyat.


"Seorang pemimpin itu harus kuat dalam ideologi Pancasila dan berdisiplin dalam gerak ke bawah, mengakar, dan memahami persoalan rakyat. Apa yang dilakukan Mbak Puan menunjukkan bagaimana ideologi bekerja dalam praktik politik turun ke bawah, termasuk menyatu bersama petani sebagai salah satu representasi rakyat Indonesia," kata Hasto.


Hasto mengatakan tindakan Puan itu mewakili PDIP untuk mengangkat harkat dan martabat kaum petani. Dia lantas menyinggung pesan Bung Karno bahwa pangan merupakan persoalan yang berkaitan dengan mati-hidupnya negeri.  ***


Penulis : Sekretariat PIS

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bagi Puan Maharani, Semua yang Dilakukan Salah Mulu

Ads Responsif

Berita Lainnya

Ads Responsif