Ads Responsif

Iklan

Rudi Beberkan Sengkarut Penarikan Lahan Tidur di Batam

Selasa, 27 April WIB Last Updated 2021-04-27T09:40:06Z
Jumpa pers bersama Kepala BP Batam di Gedung Marketing Centre BP Batam (Ist)


Batam, pelitatoday.com -
Sejumlah permasalahan terkait lahan di Kota Batam akhir akhir ini mencuat kepermukaan. Mulai dari masalah pelayanan perizinan, tumpang tindih, hingga sejumlah lahan yang tak kunjung dibangun.


Menanggapi hal tersebut. BP Batam melalui bidang Humas dan Promosi menggelar jumpa pers di Gedung Marketing Center BP Batam, dengan narasumber Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Selasa (27/04/2021).


Dalam penjelasannya, Rudi menerangkan sejumlah tindakan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan terkait lahan di Kota Batam.


Salah satunya terkait lahan yang sudah dialokasikan. Namun tak kunjung dibangun. Dimana, sebelumnya BP Batam mengatakan akan menarik alokasi lahan yang tidak kunjung dibangun.


"Berkas alokasi lahan sudah diberikan dengan lengkap. Kita tidak segampang itu untuk menarik, meskipun mereka melanggar perjanjian alokasi lahan dengan BP Batam," kata Rudi.


Rudi pun mengingatkan supaya kedepan hati-hati betul menerima permohonan alokasi lahan.


"Jika semua yang meminta lahan punya niat yang baik dan iklas. Maka Batam ini akan maju dalam waktu 5 tahun. Kenapa saya berani katakan 5 tahun, karena yang mengajukan lahan banyak sekali. Maksud saya, kalau semua yang mengajukan hari ini semua dibangun, akan kota Metro ini," terang Rudi.


Lanjut Rudi, soal lahan yang tak kunjung dibangun oleh penguasa lahan. Pihaknya mengaku akan melakukan langkah prioritas.


"Kita bekerja bukan dalam waktu bersamaan bisa selesai. Intinya nanti akan ada prioritas yang akan kita selesaikan termasuk penarikan lahan ini. Kalau sekaligus ditarik, berapa orang bisa selesaikan," jelasnya.



Rudi membeberkan, BP Batam mengalami sejumlah kendala yang harus dihadapi.


"Sudah beberapa yang dipanggil dan dievaluasi. Jadi butuh waktu lama, karna mereka pun memiliki hak untuk mengajukan perdata kepengadilan, meskipun mereka mengingkari janjinya. Kecuali jika masa kontraknya udah habis," pungkasnya.


"Intinya kita ingin, kalau boleh cepat selesai. Tapi kita menyelesaikan tentu jangan sampai kita sudah tarik dan dikasih sama yang baru, tapi tak juga dibangun - bangun," lanjutnya.


Permasalah lain yang disampaikan Rudi adalah terkait banyaknya kontak dan pemilik lahan yang sudah banyak berpindah tangan. Sehingga kontak dan alamatnya tidak diketahui BP Batam.


"Kita menghimbau, Bapak/ Ibu para penguasa lahan yang sudah pindah tangan kepada pemilik barunya, tolong memberikan alamat barunya kepada kita, supaya lahannya bertuan. Nanti kalau tidak bertuan dikasih lagi sama orang tumpang tindih lagi," pintanya.



Terakhir, Rudi meminta kepada seluruh masyarakat Batam agar selalu melakukan Prokes untuk menghentikan penyebaran covid-19 di Batam.


"Saya sebagai Kepala Daerah dan juga Kepala BP Batam merasa khawatir. Mudah - mudahan dengan pemberitaan kalian bisa membangun semangat mereka. Bahwa covid ini sangat beresiko, berbahaya, dan covid ini akan menjatuhkan ekonomi kita dan sudah jatuh pun kita sekarang. Bagaimana kita bangkit kembali? Ayo, sebelum vaksin hadir tolong bantu kami untuk menyarankan mereka untuk tetap memakai masker semua. Karena dengan memakai masker kita sudah menyelamatkan 85 hingga 94 persen penularan covid-19," tutupnya. (R01)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rudi Beberkan Sengkarut Penarikan Lahan Tidur di Batam

Ads Responsif

Berita Lainnya

Ads Responsif