![]() |
| Istimewa. |
Kunjungan kerja rombongan DPRD Kabupaten Boyolali yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, tersebut bertujuan untuk melakukan studi dan berdiskusi mengenai tema “Pengawasan Ketertiban Umum dan Peran Komisi I dan III DPRD dalam Pembangunan Berbasis Investasi (Generating PAD) dalam rangka Adaptasi UU HKPD dan Optimalisasi Fiskal Daerah 2026 (Menghadapi Penurunan TKD 2026)”.
Dalam sambutannya, Budi Mardiyanto menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan DPRD Boyolali. Ia menyatakan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai lokasi kunjungan kerja dan tempat studi pembelajaran.
“Kami menyambut baik kunjungan rekan-rekan dari Boyolali. Semoga selama berada di Batam dapat memperoleh banyak manfaat dan menikmati suasana kota ini, termasuk kelezatan kulinernya yang menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Budi.
![]() |
| Istimewa. |
“Sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah,” jelas Biyanto.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai berbagai isu aktual, termasuk tantangan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang menjadi perhatian banyak pemerintah daerah. Menanggapi hal tersebut, Budi Mardiyanto menegaskan pentingnya inovasi dan kreativitas daerah dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Kebijakan fiskal yang baru menuntut daerah untuk lebih adaptif dan inovatif. Daerah harus mampu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan kunjungan kerja ini berlangsung dengan penuh keakraban dan diakhiri dengan pertukaran cendera mata serta foto bersama sebagai tanda persahabatan antara DPRD Kota Batam dan DPRD Kabupaten Boyolali. ADV

