• Ikuti!

    - Advertisement -

    - Advertisement -

    Mencerahkan Informasi Anda

    Iklan

    - Advertisement -

    Yayasan FKAAI memperingati HUT RI 77 : " Tumpeng Kemerdekaan : Mengenang Perjuangan Para Pahlawan"

    Rabu, 17 Agustus WIB Last Updated 2022-08-17T11:13:30Z
    Foto Istimewa.

    Jakarta, pelitatiday.com - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, Yayasan Forum Komunikasi Aktifis Akhlakulkarimah Indonesiaw (FKAAI) menyelenggarakan sebuah acara refleksi kemerdekaan yang diberi judul "Tumpeng Kemerdekaan : Mengenang Perjuangan Para Pahlawan". Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Agustus 2022 di Jl. Rambutan VI, no.6, kel. Pejaten Barat, Jakarta Selatan. 


    Yayasan FKAAI mengundang lembaga kemasyarakatan Pejaten Barat, serta warga setempat untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus dengan bersilaturahmi. Hal ini merupakan upaya untuk mempererat persaudaraan antara masyarakat dan Yayasan FKAAI yang beranggotakan penyintas terorisme, mantan narapidana terorisme, dan mantan kombatan.


    Acara refleksi kemerdekaan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian sambutan-sambutan dari  Ketua Yayasan FKAAI, Suhail, dari Ketua RT 003 Pejaten Barat, Rafi'i Lamri, dan perwakilan dari Majelis Taklim Pemuda Rambutan VI, Rizki. Kemudian agenda acara "Refleksi : Mengenang Perjuangan Para Pahlawan" disampaikan oleh dua pembicara yaitu Gus Soffa Ihsan Pengurus MUI Pusat dan Wakil LBM PWNU DKI, dan Nasir Abas selaku pembina Yayasan FKAAI. 


    Gus Soffa menyampaikan tentang persatuan bangsa, dahulu para ulama mencari solusi agar dapat menyatukan ummat, yaitu dengan menjadikan suatu bendera sebagai simbol naungan pemersatu bangsa. "Dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Jilid X, halaman 340. dari Hamisy Qasthalani, Rasulullah SAW Bersabda Allah menunjukkan kepadaku (Rasul) dunia. Allah menunjukkan pula timur dan barat. Allah menganugerahkan dua perbendaharaan kepadaku: Merah Putih," jelasnya.


    "Berpegang pada hadits tersebut, para Ulama Indonesia terdahulu memutuskan untuk menjadikan bendera dengan warna merah dan putih sebagai simbol negara. Saya juga menyampaikan agar kita sebagai ummat Islam harus bersatu dan menjaga persatuan bangsa dibawah naungan bendera pusaka Merah Putih," ujarnya.


    Acara Tumpeng Kemerdekaan ini kemudian ditutup dengan doa untuk kedamaian NKRI yang dipimpin oleh  Moch. Taufik dari penyintas Bom JW Marriott 2003, dan makan malam nasi tumpeng bersama-sama. (Dedy Haryadi)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Yayasan FKAAI memperingati HUT RI 77 : " Tumpeng Kemerdekaan : Mengenang Perjuangan Para Pahlawan"

    Berita Lainnya

    - Advertisement -

    Ads x