Ads Responsif

Iklan

Polemik Pembelian Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Humbahas, Ini Kata Akademisi Unimed

Kamis, 16 Desember WIB Last Updated 2021-12-16T08:18:25Z
Ilustrasi Toyota Land Cruiser Prado. (Geogle)

Humbahas, pelitatoday.com - Akademisi Unimed menanggapi polemik pembelian mobil dinas baru Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan, jenis Toyota Land Cruiser Prado  senilai Rp 1.9 Miliar yang menjadi polemik di tengah masyarakat. 


Dimana, reaksi pro-kontra atas pembelian mobil tersebut sudah ditanggapi oleh Bupati Humbahas. Namun dikarenakan alasan sudah kontrak dengan penyedia barang, sehingga pembelian mobil tersebut tidak bisa dibatalkan. Sehingga, masyarakat menilai Bupati telah melakukan pembohongan publik.


Akademisi Universitas Negeri Medan (UNIMED), Dr Dion Sihombing, menyampaikan bahwa kebijakan yang diambil oleh Bupati Dosmar untuk membatalkan pembelian mobil dinas sudah tepat. Dosmar, dinilai memiliki hati nurani disaat pandemi saat ini.


"Langkah upaya untuk pembatalan itu telah dilakukan Bupati, dan sudah juga menyurati pihak rekanan untuk pembatalan pembelian. Namun, karena alasan sudah terjadi kontrak atas pembelian mobil dinas dengan pihak penyedia barang. Dan itu tidak dapat dibatalkan maka mobil dinas tetap harus dibeli. Jadi, jelas tidak ada pembohongan public, dan perlu masyarakat harus berpikir jernih dan menerima," kata Dion kepada wartawan. Rabu (15/12/2021).


Ia menambahkan, bahwa Bupati Dosmar telah mendengar aspirasi masyarakat Humbang Hasundutan untuk membatalkan rencana pembelian mobol dinas. Dan, langkah upaya untuk pembatalan itu telah dilakukan.


Terlebih lagi, penjelasan dari Sekda Humbang Hasundutan cukup sudah membantu masyarakat dengan meluruskan persoalan kenapa mobil dinas tetap harus dibeli.


"Jadi, kiranya penjelasan itu dapat membantu masyarakat Humbang Hasundutan untuk tidak berpolemik lagi soal mobil dinas Bupati. Niat baik Bupati mendengar aspirasi masyarakat sudah ada. 

Walau tetap dibeli karena sudah kontrak pembelian, pantas juga dihargai niat baik Bupati ini," ujarnya.


Meski demikian, ia berpesan Pemerintah Humbang Hasundutan kedepannya agar lebih cermat mengambil keputusan dengan menyesuaikan kepada situasi ditengah-tengah masyarakat. 


"Kita harap kedepannya tidak terulang lagi. Dan, hal inilah jadi pelajaran berharga kedepannya," tambahnya.


Akademisi Universitas Negeri Medan (UNIMED), Dr Dion Sihombing. (Dok: Demak)

Senada juga diungkapkan oleh Ketua DPC PBB Kabupaten Humbang Hasundutan, Korban Purba, Ia menyampaikan bahwa apa yang telah diucapkan oleh Bupati Dosmar tidak ada pembohongan public.


"Pembelian mobil dinas baru Bupati sebenarnya hal wajar, saya sebagai warga Humbang Hasundutan sangat setuju dengan ketransparan Pemkab Humbahas soal pembelian mobil dinas tersebut. Dan saya rasa tidak ada pembohongan public disini," ucapnya.


Menurutnya, seharusnya masyarakat tidak tergiring opini, sebab tidak ada yang salah dalam pembelian mobil dinas baru untuk Bupati. Apalagi, tujuan pembelian tersebut bukanlah untuk rekreasi, melainkan kelancaran tugas-tugas kedinasan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


"Jadi, kita harapkan kepada masyarakat Humbahas untuk tidak mau tergiring opini terkait pembelian mobil dinas baru Bupati. Niat Bupati sudah ada membatalkan, dan ini bukan pembohongan public," tegasnya. 


Pihaknya berharap, mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati tersebut nantinya dipergunakan sesuai aturan yang berlaku.


"Diharapkan, dengan adanya mobil dinas baru Bupati Dosmar dan Wakil Bupati yang merupakan satu paket dapat digunakan sesuai aturan yang berlaku," tutupnya.


Penulis : Demak Siburian.
Editor    : R01
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polemik Pembelian Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Humbahas, Ini Kata Akademisi Unimed

Berita Lainnya

Ads Responsif

Ads x