Iklan

Berikut Peran 4 Tersangka Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Batam

Minggu, Desember 19, 2021 WIB Last Updated 2021-12-19T00:49:00Z
Advertisement
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Dok: detikcom).

Jakarta - Terkait penangkapan 4 orang tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dibekuk Densus 88 Anti-teror di Batam pada Kamis (16/12) lalu, Polri menjelaskan peran para tersangka.


Adapun Empat orang tersangka tersebut berinisial AG, WF, YU, dan MU.


"Peran tersangka penangkapan di Batam atas nama AG, keterlibatannya sebagai mantan Ketua Syam Organizer periode 2021 (sampai akhirnya dibubarkan). Koordinator Syam Organizer Kepri dalam kegiatan Syam Organizer Pusat," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Sabtu (18/12/2021).


"AG juga berperan sebagai perwakilan Syam Organizer Kepri dalam rangka rakernas yang diselenggarakan di Yogyakarta, koordinator Syam Organizer Kepri dalam membantu finansial program Khidmad dalam pemenuhan para matlubin dan masjunin, juga dilakukan oleh Baitul Maal lainnya karena pada saat situasi JI darurat," sambungnya.


Kemudian Ramadhan menjelaskan peran tersangka kedua, yakni WF. WF diduga menduduki sejumlah jabatan di Syam Organizer.


Sebagai informasi, Syam Organizer merupakan yayasan amal yang diduga berafiliasi dengan kelompok teroris JI. WF pernah menyerahkan uang kepada tersangka teroris lain yang telah ditangkap sebelumnya, sebesar Rp 80 juta.


"Keterlibatan WF: Sekretaris Syam Organizer periode 2016, fundraiser periode 2016-2021, Bendahara Syam Organizer periode 2018-2021, mengikuti kegiatan Rakernas pada 2016-2019, sebagai perwakilan menyerahkan uang Rp 80 juta kepada DS (sudah ditangkap) Bendahara Syam Organizer Pusat di kantor pusat Yogyakarta," tutur Ramadhan.


Selanjutnya, kata Ramadhan, ada YU, yang merupakan mantan Ketua Syam Organizer periode 2018-2020. YU pernah menjadi perwakilan yang menyerahkan dana Rp 100 juta secara tunai.


Sebesar 50 persen dari penyerahan dana tersebut dimasukkan ke dalam kas Syam Organizer Pusat secara resmi. Sementara itu, 50 persennya lagi dimasukkan ke dalam brankas khusus untuk dijadikan stok apabila ada permintaan dari Jamaah Islamiyah.


Terakhir, Ramadhan menyebut tersangka teroris berinisial MU merupakan koordinator daerah JI di Kepulauan Riau. MU juga alumni di Pondok Pesantren (ponpes) Ngruki, Solo, yang diduga terafiliasi dengan JI.


"MU alumni Ponpes Ngruki, Solo, yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah, pernah datang atas undangan Ustaz AK (JI Sumut) dalam rangka pembahasan tentang perkembangan dakwah dan perekrutan JI di wilayah Riau," imbuhnya.


Sebelumnya, empat orang terduga teroris ditangkap di Batam, Kepri. Polisi menegaskan penangkapan terduga teroris itu tak ada hubungannya dengan upaya pengamanan perayaan Natal 2021 dan tahun baru (Nataru).


"Ini bukan dalam rangka Natal dan tahun baru, tidak (ada hubungan)," kata Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman di Batam seperti dilansir Antara, Jumat (17/12).


Ia mengatakan terduga teroris tersebut ditangkap karena memang telah ditemukan barang bukti. "Artinya memang sudah saatnya. Ada buktinya, lalu dilakukan tindakan hukum," kata dia.


Sumber : detikNews.com

Advertisement

  • Berikut Peran 4 Tersangka Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Batam

Berita Lainnya

- Advertisement -

Ads x