• Ikuti!

    - Advertisement -

    - Advertisement -

    Mencerahkan Informasi Anda

    Iklan

    - Advertisement -

    Kebebasan Pers di Sumut Terancam! Presiden Jokowi Diminta Turun Tangan

    Sabtu, 19 Juni WIB Last Updated 2021-06-19T06:01:43Z
    Ilustrasi kekerasan terhadap pers (Dok: Geogle)

    Medan – Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Sumut, Zulkifli Tanjung berharap presiden Jokowi harus merespon cepat keluhan wartawan di Sumut. Pasalnya, ancaman dan intimidasi dari pihak kelompok mafia semakin nyata dan merajalela.


    Faktanya hari ini, Mara Salim Harahap sering dipanggil Marsal Harahap salah satu wartawan yang kerab memberitakan soal perjudian dan narkoba tewas ditembak orang tak dikenal (OTK).


    “Kami tak tahu lagi harus mengadu kemana, kalau ngadu ke kantor polisi sudah berulang-ulang. Tapi tak pernah ada respon dan tidak ada pelaku yang ditangkap. Tak ada efek jera bagi para pelaku teror terhadap wartawan. Hari ini satu lagi rekan kami sudah tewas ditembak, kami sangat berduka dengan kejadian ini,” kata Ketua FWP Zulkifli Tanjung kepada wartawan dengan nada sedih. Sabtu (19/6/2021).


    Mengapa harus mengadu ke Presiden? Menurut Zulkifli, persoalan di Sumut ini sudah sangat komplek dan seluruh peristiwa sudah saling terkait, mata rantai dalam jaringan mafianya semakin kuat mencekam.


    “Ini hanya bisa diatasi oleh Presiden melalui Panglima TNI dan Kapolri,” katanya.


    Mara Salim Harahap, wartawan yang kerab memberitakan soal perjudian dan narkoba tewas ditembak orang tak dikenal (OTK). (Dok : Lidiksumut)


    Jaringan mafia di Sumut khususnya judi dan narkoba, kata Zulkifli sudah sangat merusak dan meresahkan warga. Dalam sebulan ini, sudah ada 3 wartawan jadi korban. Sebelumnya rumah Sofyan dibakar di Kota Binjai, rumah Bembi Lubis di Pematang Siantar dibom molotov, mobil wartawan di Serdang Bedagai dibakar.


    “Ini semua karena memberitakan masalah judi yang sudah merajarela dimana-mana dan juga narkoba,” ujar wartawan senior di dunia kriminal ini.


    Zulkifli berharap, peran Presiden harus benar benar serius merespon keluhan para wartawan di Sumut ini. Sebab, profesi wartawan adalah penyambung lidah rakyat, rakyat tak akan bisa langsung mengadukan nasibnya kepada Presiden jika tidak melalui perantara wartawan.


    “Kalau wartawan pun sudah terancam, bagaimana lagi rakyatnya. Karena itu saya berharap Presiden harus segera respon keluhan kami ini,” ujarnya.


    Sebelumnya, seorang wartawan dari media online di Kota Pematang siantar meninggal dunia usai ditembak oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.


    Wartawan tersebut bernama Mara Salim Harahap atau akrab disapa Marsal Harahap. Kabar tersebut sontak mengagetkan kerabat Marsal dari kalangan pers di Kota Pematang Siantar dan Sumatera Utara. ***


    Editor : Red
    sumber : Lidiksumut.id
    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Kebebasan Pers di Sumut Terancam! Presiden Jokowi Diminta Turun Tangan

    Berita Lainnya

    - Advertisement -

    Ads x