Ads Responsif

Iklan

Melayu Square Menjadi Tempat Jajanan dan Wisata Kuliner Non Tunai

Jumat, 16 April WIB Last Updated 2021-04-16T01:43:00Z
Foto Istimewa (Dok: Kominfo)


Tanjungpinang -
Melayu Square Tepi Laut Tanjungpinang kini menjadi konsep kawasan kuliner bermetode pembayaran tanpa uang tunai (cashless). Kemarin, Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja meresmikan kawasan tersebut. 


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dari Bank Indonesia (BI) pada negeri atau yang dikenal dengan dedikasi untuk negeri.


Program ini, dilatarbelakangi mandat dari keputusan Presiden dalam rangka percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (P2DD).


"BI baru saja membentuk tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) baik untuk tingkat Provinsi, Kabupaten, maupun Kota," ucapnya. 


Tujuannya, lanjut Musni, dengan adanya tim ini dapat mempercepat dan memperluas digitalisasi di daerah, salah satunya kita dorong melayu square menjadi kawasan kuliner non tunai. 


Musni berharap, kawasan ini dapat dijaga dengan baik, sehingga menjadi percontohan bagi usaha kuliner lainnya dengan semboyan cemumuah (cepat, mudah, murah, aman, dan handal).


Musni berkeinginan melayu square sebagai percontohan dalam mengembangkan ekosistem digital di Tanjungpinang. Apalagi, saat pandemi ini, digital menjadi trend kekinian yang semakin berkembang. 


Selain itu juga, mendukung Tanjungpinang sebagai smart city. Pengunjung yang datang dapat melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan sistem Qris (quick response code Indonesia sistem).


"Penjual harus mendorong pengunjung melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan Qris yang dapat di scan untuk semua aplikasi dengan fitur pembayaran QR," ucapnya. 


Rahma mengapresiasi langkah Bank Indonesia menyediakan layanan pembayaran non tunai dengan menggunakan sistem QRIS dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi. 


"Karena pandemi, daya beli masyarakat menurun, ditambah kebijakan pembatasan aktivitas sosial masyarakat dengan protokol kesehatan dan juga tatanan kehidupan normal baru, mempengaruhi pendapatan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM," tutur Rahma, Kamis (15/4/2021).


Melalui program CSR BI berkerjasama dengan BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama ini, diharap semakin meningkatkan motivasi dalam berusaha meskipun situasi yang kita hadapi belum pulih sepenuhnya. 


"Saya minta, jaga semua fasitas yang ada. Tetap disiplin jalani protokol kesehatab," pintanya. 


Direktur BUMD PT Tanjungpinang Makmur, Fahmy  menyebutkan BI telah memberikan bantuan kios sebanyak 23 unit lengkap dengan meja dan kursinya. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia.


"Bantuan ini sangat berguna. Kami dari PT TMB akan menjaga segala bentuk fasilitas yang diberikan BI. Semoga melayu square menjadi tempat jajanan dan wisata kuliner di kota Tanjungpinang," tutup Fahmy.



Sumber : Kominfo
Editor : Antoni
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Melayu Square Menjadi Tempat Jajanan dan Wisata Kuliner Non Tunai

Ads Responsif

Berita Lainnya

Ads Responsif